Rabu, 06 Juni 2012

Sementara = Selamanya



Sementara = Selamanya

Satu lagi kebudayaan yang unik di negeri kita yang aku dapat dari berbagi ocehan dengan teman-teman dan orang-orang disekitarku yang jauh lebih mapan dalam segi pengalaman, pemikiran dan yang pasti finansial, kebudayaan itu adalah “sementara tapi untuk selamanya, selamanya tapi hanya sementara”. Itu  memang sebuah kata yang sangat membingungkan jika kita tidak mengetahui maknanya, tapi jika kita mengerti makna kata tersebut kita akan semakin bingung dengannya LOL :D. Bagaimana tidak bingung? Fenomena ini sangat bertentangan dengan hukum fisika, biologi, kimia, matematika dst, kecuali ilmu prodi IPS haha, intinya fenomena ini aneh tapi nyata. Langsung ke Kasus aja deh ya :D

Kasus ke-1: alkisah ada 2 jembatan yang dibangun dalam suasana berbeda tetapi tempat yang sama. Jembatan pertama dibangun untuk menghubungkan 2 daratan yg terpisah oleh sungai, jembatan itu didesain agar dapat bertahan selama 100tahun lebih bahkan untuk selama-lamanya *ngimpi*, tetapi ternyata hanya bertahan selama 5tahun dan jembatan itupun rubuh, selanjutnya agar hubungan antar kedua daratan tersebut tetap berjalan dibangunlah jembatan sementara dari bahan alakadarnya dan akan diganti dengan jembatan sesungguhnya tahun depan, setelah tahun demi tahun berlalu jembatan itu tidak diganti dan …… *dapat dibayangkan jembatan yang didesain 100tahun aja ambruk, apalagi sementara haha*

Kasus ke-2: semasa SMA/SMK: “wah sandal jepitku jebat!”, untuk sementara di disambung pake sedotan dulu deh besok kalo sempet beli yang baru, dan akhirnya sandal jepit itu menemani anak SMA itu sampai di lulus (so sweet banget :-*). Beberapa bulan setelah dia masuk Perguruan Tinggi “wah sepatunya bagus, mahal dikit gpp deh cocok untuk kuliah sampai wisuda nih” *ASUMSI: sandal jepit aja bisa tahan 3tahun*, akhirnya anak itu membeli sepatu mahal itu…. Beberapa minggu setelahnya “wah sepatunya unyu banget:3”, anak itupun membeli sepatu baru lagi,.,., dst.

Kasus ke-3: masih tentang anak tadi, saat SMA dia naksir sama seorang temannya dan akhirnya diapun jadian. Sebagai anak SMA yang masih labil dia berpikir bahwa cintanya itu hanya “cinta monyet” yang artinya cinta yang punya ekor panjang dan bergelantungan di dahan lain *ngaco banget haha*, arti sebenarnya adalah dia mengatakan kepada pasangannya bahwa cintanya hanya untuk sementara (maklum masih labil) tapi ternyata cintanya bertahan sampai lulus. Saat memasuki bangku kuliah dia pun berpisah (LDR/putus silahkan tafsirkan sendiri) dan anak itupun mulai jatuh cinta kepada teman kuliahnya. Pendekatan demi pendekatanpun dilakoninya dan akhirnya diapun jadian dan dia berjanji kepada pacar barunya “aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu, SELAMANYA:-*. Cerita selanjutnya silahkan diteruskan sendiri sesuai pedoman dan arahan dari kasus sebelumnya, saya tidak tega hehehe.

Mungkin cukup untuk ocehan yang agak konyol dari saya, semoga menjadi pelajaran bagi anda semuanya *masih aja sok bijak haha*
Daaadaaaaa :-D