Sementara = Selamanya
Satu lagi kebudayaan yang unik di negeri kita yang aku dapat
dari berbagi ocehan dengan teman-teman dan orang-orang disekitarku yang jauh
lebih mapan dalam segi pengalaman, pemikiran dan yang pasti finansial,
kebudayaan itu adalah “sementara tapi untuk selamanya, selamanya tapi hanya
sementara”. Itu memang sebuah kata yang sangat membingungkan jika
kita tidak mengetahui maknanya, tapi jika kita mengerti makna kata tersebut
kita akan semakin bingung dengannya LOL :D.
Bagaimana tidak bingung? Fenomena ini sangat bertentangan dengan hukum fisika,
biologi, kimia, matematika dst, kecuali ilmu prodi IPS haha, intinya fenomena
ini aneh tapi nyata. Langsung ke Kasus aja deh ya :D
Kasus ke-1: alkisah ada 2
jembatan yang dibangun dalam suasana berbeda tetapi tempat yang sama. Jembatan
pertama dibangun untuk menghubungkan 2 daratan yg terpisah oleh sungai,
jembatan itu didesain agar dapat bertahan selama 100tahun lebih bahkan untuk
selama-lamanya *ngimpi*, tetapi ternyata hanya bertahan selama 5tahun dan
jembatan itupun rubuh, selanjutnya agar hubungan antar kedua daratan tersebut
tetap berjalan dibangunlah jembatan sementara dari bahan alakadarnya dan akan
diganti dengan jembatan sesungguhnya tahun depan, setelah tahun demi tahun
berlalu jembatan itu tidak diganti dan …… *dapat dibayangkan jembatan yang
didesain 100tahun aja ambruk, apalagi sementara haha*
Kasus ke-2: semasa SMA/SMK:
“wah sandal jepitku jebat!”, untuk sementara di disambung pake sedotan dulu deh
besok kalo sempet beli yang baru, dan akhirnya sandal jepit itu menemani anak
SMA itu sampai di lulus (so sweet banget :-*).
Beberapa bulan setelah dia masuk Perguruan Tinggi “wah sepatunya bagus, mahal
dikit gpp deh cocok untuk kuliah sampai wisuda nih” *ASUMSI: sandal jepit aja
bisa tahan 3tahun*, akhirnya anak itu membeli sepatu mahal itu…. Beberapa
minggu setelahnya “wah sepatunya unyu banget:3”, anak
itupun membeli sepatu baru lagi,.,., dst.
Kasus ke-3: masih tentang anak
tadi, saat SMA dia naksir sama seorang temannya dan akhirnya diapun jadian.
Sebagai anak SMA yang masih labil dia berpikir bahwa cintanya itu hanya “cinta
monyet” yang artinya cinta yang punya ekor panjang dan bergelantungan di dahan
lain *ngaco banget haha*, arti sebenarnya adalah dia mengatakan kepada
pasangannya bahwa cintanya hanya untuk sementara (maklum masih labil) tapi
ternyata cintanya bertahan sampai lulus. Saat memasuki bangku kuliah dia pun
berpisah (LDR/putus silahkan tafsirkan sendiri) dan anak itupun mulai jatuh
cinta kepada teman kuliahnya. Pendekatan demi pendekatanpun dilakoninya dan
akhirnya diapun jadian dan dia berjanji kepada pacar barunya “aku akan selalu
mencintaimu dan menyayangimu, SELAMANYA:-*.
Cerita selanjutnya silahkan diteruskan sendiri sesuai pedoman dan arahan dari
kasus sebelumnya, saya tidak tega hehehe.
Mungkin cukup untuk ocehan yang agak konyol dari saya, semoga
menjadi pelajaran bagi anda semuanya *masih aja sok bijak haha*
Daaadaaaaa :-D
mar Blogmu koyo cerita bersambung. . haha btw NICE blog!
BalasHapusjenenge yo iseng sembari bagi2 ocehan hehe, nuwun yo wes mampir
BalasHapus