Minggu, 07 Oktober 2012

buku itu seperti manusia?


Dalam ocehan kali ini saya akan memaparkan sebuah pemikiran yang entah dari mana bisa menemukan persamaan buku dengan manusia, mungkin karena akhir-akhir ini terlalu banyak kontak dengan orang-orang baru sehingga tercipta sebuah tulisan dalam otak saya :D

Ratusan bahkan jutaan judul buku di rak buku, display toko, di dalam tas tentu saja berbeda satu sama lain. dari sinilah saya bisa menyebutkan bahwa buku-buku itu dapat merepresentasikan manusia yang sangat berbeda satu dengan yang lain.

Kita dapat melihat sampul buku itu berbeda-beda ada yang bagus, lucu, unik, lusuh, antik, jadul, mewah, murahan, hal ini tentu saja seperti penampilan manusia dalam berpakaian dan berdandan ada yang rapi, acak-acakan, stylish, modis, jadul, norak. Hal ini merupakan fenomena yang wajar kenapa sampul buku berbeda-beda karena orang yang mengarangnya memiliki sifat berbeda sehingga kemungkinan besar buku yang mereka karang memaparkan sifat asli sang penulis:)

Tetapi, apakah dengan kita melihat sampulnya kita dapat mengerti isi sebuah buku??
Seharusnya sebuah buku dapat menggambarkan isi buku dan sifat dari penulis buku tersebut, karena dunia ini bukanlah dunia matematika yang hasil dari 1+1=2 maka semua yang tergambarkan di luar tidak selamanya menggambarkan apa yang ada didalamnya.

Kita mungkin dapat dengan mudah menghakimi bahwa sampul sebuah buku itu menari maka isinya akan menarik pula dan jika sebuah buku dengan sampul lusuh maka buku itu tidak memiliki isi yang bermakna. Hal itu tentu saja salah besar karena di jaman yang semakin maju ini semakin banyak pendidikan tentang tipu daya, mark up, dan lain sebagainya sehingga dengan sampul yang indah sang penulis mampu menutupi semua kekurangannya. Hali ini sama saja dengan manusia yang berlumba-lomba menutupi semua kekurangannya dengan pakaian dan make up yang tidak menggambarkan sifat asli mereka.

Tebal suatu buku tentu saja mempengaruhi minat pembaca yang akan membacanya, terutama untuk buku pelajaran yang semakin tipis akan semakin disenangi oleh pembaca hehe. Hal ini tentu saja sama dengan trend yang jaman sekarang idam-idamkankan, bahwa semakin kurus dia semakin dilirik oleh lawan jenis. Tapi jika kita telaah lebih lanjut apakah buku yang tipis itu lebih lengkap dan bermakna dalam hal konten dan ilmu??? jadi untuk para manusia harus hati-hati dalam memilih buku, jangan asal tipis:D 

Sebagai penutup ocehan saya mau berpesan untuk tidak terkecoh buku karena sampul dan rating "best seller"nya, pikirkan apakah buku itu sesuai dengan selera dan gaya bahasa anda, tetapi jangan pernah memilih-milih buku jika buku itu memang memberi wawasan yang luas dan warna untuk anda:D

Kamis, 27 September 2012

Bukuku, pahlawanku yang Terlupakan

Lama tidak menulis dan juga membaca buku karena terlalu sibuk dengan rutinitas yang memilukan membuat saya senang sekali bisa mengetik dan menumpahkan semua kata dan kalimat yang acak-acakan didalam otak kedalam media yang universal ini:D
Seperti biasa saya akan menulis sesuatu yang agak membingungkan dibumbui kata-kata sandi yang hanya bisa ditemukan makna sebenarnya dengan imajinasi liar hahaha

Buku, banyak orang menyebutnya sebagai jendela dunia dimana kita dapat menemukan hal-hal yang tersembunyi diatara otak para cendekiawan, rahasia-rahasia dalam diri seorang diktator, dan keindahan dalam hati seniman.  Dahulu semua orang membuka pikirannya dengan membaca buku, menjelajahi dunia dengan membaca buku, dari buku juga mereka mengenal dunia, mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dan menjadi seperti apa yang ada didalam buku.
Lewat media buku para katak keluar dari seonggok tempurung yang mengurung pikirannya, mengubah selembar daun kelor menjadi selembar uang dolar dan membuat si cebolmenjadi astronot sehingga mampu memeluk sang bulan. Itulah hebatnya sebuah buku yang berkomposisikan serat kayu dan tumpahan tinta yang tersusun dengan rapinya.

Tapi bagaimana dengan sekarang? didunia yang universal dan sosial media menjadi kebutuhan pokok. apakah buku masih berguna? apakah buku masih bermanfaat disaat semua orang berbondong-bondong menggunakan topeng 'panda' dan mengubah hatinya seolah-olah menjadi hijau yang entah itu dari alam bawah sadar mereka atau hanya menjadi korban tren jaman sekarang. Slogan-slogan less paper menjadi momok bagi para buku yang seakan-akan berhadapan dengan kata kiamat.
Buku memang kurang bermanfaat bagi dunia jaman sekarang, karena mulai tergantikan oleh internet yang jauh lebih murah, lebih ramah lingkungan dan lebih bebas. Aka tetapi di internet kita tidak dapat menghindar dari semua efek negatif, karena tidak ada filter tidak ada pembatas dan tidak ada hukum yang jelas didalamnya.

Sebagai penutup mari pikirkan kembali guna dan manfaat buku yang telah kita dapatkan, dari buku kita mendapat pendidikan(TK,SD,SMP,SMA), dari buku kita bisa merdeka(para pahlawan belajar dari buku bkan dari internet), dari buku kita dapat berbagi dengen saudara-saudara kita di ujung negeri ini:D dan yang paling hebat dari buku kita dapat menjadi pribadi yang bijak #kode


Jumat, 24 Agustus 2012

MIMPI ITU CINTA


Cinta, apa itu cinta?
Aku seorang mahasiswa ekonomi yang mencoba mengerti apa arti cinta, dan pikirku itu hal yang wajar karena aku bukanlah mahasiswa sastra ataupun psikologi, namun rasa penasaranku yang terlalu besar memaksaku mencari jawaban yang tidak akan muncul dalam lembar soal uts maupun uas di fakultasku.

Dan saat aku bertanya kepada buku-buku yang berserakan dikamarku, “apa itu cinta?” dan dengan lugas mereka menjawab “PROFIT”. Seakan mendengar sebuah lelucon akupun tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari kumpulan kertas itu, tapi jawaban mereka jujur dan aku terdiam apakah cinta ini yang aku cari??? Kurang puas dengan jawabannya aku kembali bertanya sembari melanjutkan tawa “tidak ada yang lain?” dengan suara lirih selembar kertas menjawab “UANG” itu yang akan membuat kamu bahagia, sontak tawaku terhenti dan berkata anj*ng! apakah benda itu yang membuat bahagia semua orang dan membuat berjuta-juta orang menganggap itu adalah sebuah “CINTA”.

Tidak mengenal menyerah aku lanjutkan perjuanganku mencari arti kata ini, aku keluar kamar dan melihat burung-burung dalam sangkar yang indah dan berkicau dengan merdunya. Tanpa ragu aku lontarkan pertanyaanku,”apa itu cinta?” sontak kicauan indah itu berubah menjadi sebuah desah  dan dengan suara kasar dan penuh amarah burung itu mengucapkan kata “BEBAS”, dan matanya pun terbayangkankan langit biru nan cerah. Kemudian aku bertanya untuk keduakalinya,”apa maksudnya? Bukankah kalian hidup senang disini? Sangkar nan indah, makanan berlimpah, suasana hangat jauh dari hujan dan badai!” tanpa kata burung itu menjawab lewat tetesan air matanya ”dan kami akan mati disini, bukan di antara para pemangsa, bukan diterkaman hujan dan badai, dan juga bukan dipelukan rumah(sarang) yang aku bangun sendiri”.

Dengan perasaan iba aku beranjak pergi mencoba berlari namun bayangan ini terlalu dalam tertambat dalam lantai. Sesampainya di ruang tamu aku melihat ikanikan koki yang berenang kesana-kemari, dan pikirku cinta mereka pasti sama dengan burung dalam sangkar, tapi tanpa aku tanya salah satu dari mereka menjawab dengan suara imut seperti Apika dalam iklan Oleo “kami cita dengan “AQUARIUM” ini dan kami cinta dengan tangan-tangan yang memberi makan kemudian membelai tubuh dan ekor kami”. Kaget bukan kepalang, mengapa ikan ini berbeda dengan burung tadi? Apa yang salah? Dan akupun berkata “mengapa berbeda debgan burung itu?”, sembari bermain air ikan itu berkata “nenek moyang kami diciptakan untuk ini, kami dikloning untuk menjadi ikan hias dan jika kami hidup di alam bebas kami akan mati karena kami tidak diciptakan dengan insting mencari makan sendiri dan juga kami tidak memiliki senjata untuk menyapa para predator”. Speachlees, narus berkata apalagi??? Dalam benakku apakah kehidupan sebegitu kejamnya? Apakah besok kita juga harus seperti ikan-ikan itu? Dibahagiakan oleh kesenangan semu? Bahagia karena itu turun-temurun? Mungkin sebentar lagi manusia akan seperti ikan-ikan kecil itu.

Bergegas aku buka pintu dan menghirup udara luar rumah yang campur-baur, suara alampun bagai orchestra yang berdengung ketelingaku masing-masing suara memegang tempo, ritme serta warnanya sendiri-sendiri. Langkah demi langkah aku beranikan untuk menatap sang mentari, cahaya yang merambat disekujur tubuhku tidak hanya menerangi wajahku tetapi juga menghangatkan aliran darahku yang sempat membeku. Setelah cukup panas akupun berteriak kepada matahari,”wahai matahari apa arti cinta bagimu? Apakah api? Apakah planet dan bintang yang mengelilingimu? Apakah ruang hampa yang menyelimutimu?” dan dengan suara lantang bak seorang perwira dia menyela omonganku “stop! Jangan kau teruskan ocehan sok tau itu anak muda, kau ini sama saja dengan manusia-manusia lainnya, sok tahu! Kalian temukan sebuah rumus, kalian kembangkan, kalian terapkan, tapi kalian lupa bahwa satu rumus dan rumus lainnya saling berhubungan dan itu yang membuat temanku Bumi menjadi lebih cantik dengan make up yang kalian berikan, tapi apakah kau tahu make up itu cuma indah dipermukaan? Bumi temanku sedang sekarat karena keteraturan didalamnya benar-benar terkoyak karena nafsu dan pikiran yang ada dalam diri manusia!” dengan amarah aku menjawab “aku bukan orang seperti itu, jadi jangan samakan aku dengan yang lainnya!” seketika keadaan menjadi senyap, lirih terdengar tawa dari matahari seakan mengejek omonganku dan raut muka bijaksana muncul diwajah matahari sembari mengucapkan “lantas apa tujuan kamu menuntut ilmu? Apakah ilmu yang kamu pelajari berdasarkan kearifan lokal yang nenek moyang kalian ciptakan? Ilmu yang kamu pelajari itu berasal dari sebuah negeri huru-hara, negeri yang mengembangkan rumus demi kejayaan mereka” dan kalimat tambahan yang sangat menampar pikiranku “negerimu kembali terjajah dengan mengikuti budaya mereka”. Dengan tertunduk aku berbalik dan membelakangi matahari, sedikit langkah kecil kemudian langkah besar untuk lari dari senyuman metahari. Namun lewat cahayanya yang lembut matahari berbisik aku dan alam yang bergandengan denganku menganggap cinta adalah sebuah “KETERATURAN”.

Lelah berlari dan aku tak mampu bersembunyi dari matahari dan bala pasukan cahanya yang ada dimana-mana bahkan saat malampun cahayanya yang mengendarai bulan tetap mangikutiku. Dengan pelukan lelah aku tertidur, tidur, tidur dan akhirnya sebuah tangan yang lembut memelukku dan mengusir semua rasa dingin, lelah, takut dan gelisahku. Perlahan demi perlahan aku terbuai dalam rasa damai yang dia berikan padaku, dan saat aku menatapnya banyak pertanyaan yang keluar dari mulutku, Apakah aku sudah mati? Apakah kamu bidadari untukku? Apakah ini surga untukku? Dan pertanyaan yang sebenarnya apakah aku bisa masuk surga????? Perlahan aku mengerti bahwa aku belum mati dan hanya terbuai dalam pelukan mimpi, tapi betapa indahnya mimpi ini, aku bersama seorang wanita yang sangat mengerti aku, baik padaku, sangat menyayangiku. Berbagai suasana kita lewati bersama indahnya musim semi, cerianya musim panas, hangatnya musim gugur, dan bersahabatnya musim dingin tidak hanya itu badai ditengah lautanpun terasa manis saat bersama dengannya. Semua suasana yang aku leawati bersamanya terasa menyenangkan dan inilah yang memaksaku bertanya “mengapa setiap bersamamu aku merasa bahagia?” senyum simpul yang menghiasai wajagnya memberi jawaban yang tersirat “kamu merasa bahagia saat bersamaku? Tentu saja kamu bahagia, karena aku tercipta dari tulang rusukmu” pikiranku benar-benar melayang saat dia mengatakannya seakan aku terbuai mimpi dalam mimpiku. Tiba-tiba “DUG!”, jantungku berhenti berdetak, darah-darahku membeku, nafasku tersumbat dan aku tak lagi dapat merasakan harumnya aroma tubuhmu sebelum aku bertanya tentang apakah yang dia maknai sebagai cinta, apakah itu aku? Apakah semua perkataannya itu berarti akulah “cinta” dalam benakknya apakah semua rasa bahagia yang aku rasakan adalah rasa cinta yang dia berikan kepadaku? Dan di detik itu juga aku yakin cinta dalam diriku adalah kamu, namun sudah tidak ada waktu lagi mulutku tidak mampu mengucapkan kata itu padanya, tanganku juga tak mampu membentuk tanda cinta untuknya….. matakupun terpajam dan tak mampu memandangnya lagi aku hanya bisa berkata dalam batinku “inilah cintaku”


Tapi……

Sepasang tangan yang hangat menyentuh kedua pipiku, dan berkata “sudah sadar pangeran pemalasku?” Dan akupun membuka mata denga beratnya, tak ada kata yang terucap hanya wajah yang bingung dan tak berdaya penuh tanya, sebuah kata keluar dari mulutnya “bingung?” sebuah anggukan kepala dariku menggantikan sebuah kata yang bermakan YA, seakan obrolan yang sangat akrab terjadi diantara kita, kini sebuah kalimat keluar dari mulutnya berbarengan dengan senyum yang manis “kamu sudah mati!” sontak kata itu mengagetkaku dan hampir membuat jantungku berhenti, tunggu sebentar aku mulai bisa berpekir kembali “jika aku mati maka jantungku tak mungkin berhenti berdetak untuk kesekian kalinya” lagi-lagi sepertinya dia mampu membaca pikiranku dan menjawabnya sembari memelukku “ tentu saja jika jantungmu masih berdetak, berarti kamu masih hidup” dan pelukan hangatnya seakan memberi sebuah kekuatan untukku. Lanjut sebuah kata yang dia bisikan di telingaku “sayangku, sudah 3hari kamu pingsan”, seiring kata “sayangku” yang aku dengar matakupun semakin jernih dan mampu melihat siapa sebenarnya yg ada didepanku dan saat dia menatapku dengan mata yang berair dan sepertinya sangat bahagia melihatku membuka mata kembali. Tanpa pikir panjang aku kerahkan semua tenagaku untuk mengucapkan sebuah kalimat kamulah “MIMPIKU”.


Ocehan ini hanya fiksi belaka tapi tidak semuanya fiksi, semua adegan dibuat hanya untuk mendramatisir bahwa “dalam mimpiku kamulah yang selalu aku cinta dan kuinginkan untuk menemani menghabiskan waktu waktuku, dan didalam dunia nyata kamu adalah mimpiku <3 ”

Sabtu, 18 Agustus 2012

Demokrasi Milik Siapa?

Demokrasi adalah sebuah kata yang sangat familiar terdengar di telinga rakyat negeri merah putih, tepatnya setelah para cendikiawan muda berhasil memanjat 'Istana Hijau' ditengah kota metropolitan yang sekarang telah menjadi kota megapolitan yang sakit-sakitan. Kata demokrasi pun semakin menjadi raja dari semua raja karena dalam kelahirannya harus merelakan beberapa nyawa cendikiawan muda sebagai tumbal sembari meneriakan mantra 'REFORMASI'.

Sebuah kata yang diyakini akan membawa perubahan bagi semua rakyat negeri merah putih dan akan membawa sang garuda(maskot negeri merah putih) kembali terbang tinggi menumbusa cakrawala dan menantang angkuhnya 'Sang Surya' dan mencoba merontokkan '50 bintang dari 13 garis merah putih' yang kokoh menopangnya. Namun itu hanya wacana, sekali lagi wacana dan hanya menjadi wacana sampai ada 'sesaji' baru untuk perubahan tanpa logika yang akan segera tersulut karena bom waktu telah berdetak.

Namun tidak semua Demokrasi di negeri merah putih ini ambyar, ada juga yang berjalan 'mulus' yah semulus jalanan di negeri ini 'selalu ada lubang dan batu kerikil' yang artinya selalu saja ada tangan-tangan liar tak bertuan yang mengambil keuntungan di celah-celah rasa percaya masyarakatnya. Sebagai contoh demokrasi yang berjalan adalah PEMILU negeri ini yang berazaskan LUBER(Langsung Umum BEbas dan Rahasia) JURDIL(JUjur dan aDIL) dan kita akan melaksanakan dalam 5 tahun sekali. Sebagai warga negara yang baik kita bebas memilih siapa yang dianggap pantas memimpin kita dan jika dirasa tidak ada yang pantas maka golput(golongan putih) menjadi salah satu senjata andalan. Ya memang sah-sah saja seseorang memilih golput, inikan negeri Demokrasi semua orang berhak dan bebas melakukan yang mereka anggap baik asalkan bertanggung jawab. Akan tetapi apakah pemilu kita berjalan sesuai semboyannya??? jawabnya belum sampai masyarakat negeri ini benar-benar sadar akan arti TANGGUNG JAWAB :D

Demokrasi di negeri merah putih ini juga dapat kita lihat dalam  kebebasan memeluk agama, negeri ini memang terkenal dengan toleransi yang tinggi antar umat beragama islam, kristen protestan, katholik, hindu, budha, kong hu cu, keenam agama ini campur aduk membaur jadi satu dalam balutan kain merah dan putih bak negeri dengan 6 menara berbeda. Tentunya tidak di semua kalangan kita dapat menemukan keindahan kebersamaan tersebut dan mungkin saya juga hanya akan merasakan indahnya kebersamaan tersebut samapai dipenghujung usia remaja saya, karena ketika seseorang menginjak usia dewasa, maka semakin banyak keinginan dan semakin tegas ideologi kita(untuk meyakini ataupun menolak sesuatu). Contoh saat masa-masa kita masih berseragam atasan putih dan berhiaskan badge identitas sekolah kita selalu berteman dan berbagi dengan siapa saja entah itu beragama putih, merah, biru, bahkan hitam yang penting solidaritas nomer satu hahaha *jadi keinget masa-masa berseragam* tapi ketika sudah berinteraksi dengan masyarakat umum barulah terlihat ada tembok pemisah diantara masing-masing kepercayaan yang dibuat oleh para orang-orang yang ilmu agamanya DANGKAL yang hanya bermodalkan kata Tuhan dan emosi yang meledak-ledak bak gunung api yang bergemuruh kemudian DUAAAAR!!! meluluhlantahkan semua yang ada di sekitarnya termasuk dirinya sendiri.

Jadi pada intinya belum ada demokrasi di negeri merah putih ini karena yang terjadi adalah demokrasi karena paksaan minoritas atau kemauan sebagian besar masyarakat, bukan dari kebenaran walaupun itu dari minoritas. Mengapa seperti itu? karena pada hakikatnya demokrasi itu adalah dimana semua orang bebas bersuara dan mengatakan sebuah kebenaran, selain itu demokrasi adalah dimana kita dapat menerima kebenaran itu meskipun itu berasal dari minoritas. Apakah anda sudah siap menerima perubahan karena demokrasi? meskipun anda akan terlempar dari comfort zone? meskipun anda akan menjadi powerless? meskipun anda tidak akan eksis lagi? semua pastilah tergantung mainstream di negeri ini *lagi-lagi mayoritas :-D *

Sebagai ocehan terakhir tulisan ini saya dedikasikan kepada para kaum minoritas dimanapun berada terutama  di Indonesia yang masih tertindas oleh mayoritas dan semoga kepedulian kita terhadap kaum minoritas akan tumbuh dan berawal dari negeri kita sendiri bukan dari kasus negeri tetangga my*nm*r.


Rabu, 06 Juni 2012

Sementara = Selamanya



Sementara = Selamanya

Satu lagi kebudayaan yang unik di negeri kita yang aku dapat dari berbagi ocehan dengan teman-teman dan orang-orang disekitarku yang jauh lebih mapan dalam segi pengalaman, pemikiran dan yang pasti finansial, kebudayaan itu adalah “sementara tapi untuk selamanya, selamanya tapi hanya sementara”. Itu  memang sebuah kata yang sangat membingungkan jika kita tidak mengetahui maknanya, tapi jika kita mengerti makna kata tersebut kita akan semakin bingung dengannya LOL :D. Bagaimana tidak bingung? Fenomena ini sangat bertentangan dengan hukum fisika, biologi, kimia, matematika dst, kecuali ilmu prodi IPS haha, intinya fenomena ini aneh tapi nyata. Langsung ke Kasus aja deh ya :D

Kasus ke-1: alkisah ada 2 jembatan yang dibangun dalam suasana berbeda tetapi tempat yang sama. Jembatan pertama dibangun untuk menghubungkan 2 daratan yg terpisah oleh sungai, jembatan itu didesain agar dapat bertahan selama 100tahun lebih bahkan untuk selama-lamanya *ngimpi*, tetapi ternyata hanya bertahan selama 5tahun dan jembatan itupun rubuh, selanjutnya agar hubungan antar kedua daratan tersebut tetap berjalan dibangunlah jembatan sementara dari bahan alakadarnya dan akan diganti dengan jembatan sesungguhnya tahun depan, setelah tahun demi tahun berlalu jembatan itu tidak diganti dan …… *dapat dibayangkan jembatan yang didesain 100tahun aja ambruk, apalagi sementara haha*

Kasus ke-2: semasa SMA/SMK: “wah sandal jepitku jebat!”, untuk sementara di disambung pake sedotan dulu deh besok kalo sempet beli yang baru, dan akhirnya sandal jepit itu menemani anak SMA itu sampai di lulus (so sweet banget :-*). Beberapa bulan setelah dia masuk Perguruan Tinggi “wah sepatunya bagus, mahal dikit gpp deh cocok untuk kuliah sampai wisuda nih” *ASUMSI: sandal jepit aja bisa tahan 3tahun*, akhirnya anak itu membeli sepatu mahal itu…. Beberapa minggu setelahnya “wah sepatunya unyu banget:3”, anak itupun membeli sepatu baru lagi,.,., dst.

Kasus ke-3: masih tentang anak tadi, saat SMA dia naksir sama seorang temannya dan akhirnya diapun jadian. Sebagai anak SMA yang masih labil dia berpikir bahwa cintanya itu hanya “cinta monyet” yang artinya cinta yang punya ekor panjang dan bergelantungan di dahan lain *ngaco banget haha*, arti sebenarnya adalah dia mengatakan kepada pasangannya bahwa cintanya hanya untuk sementara (maklum masih labil) tapi ternyata cintanya bertahan sampai lulus. Saat memasuki bangku kuliah dia pun berpisah (LDR/putus silahkan tafsirkan sendiri) dan anak itupun mulai jatuh cinta kepada teman kuliahnya. Pendekatan demi pendekatanpun dilakoninya dan akhirnya diapun jadian dan dia berjanji kepada pacar barunya “aku akan selalu mencintaimu dan menyayangimu, SELAMANYA:-*. Cerita selanjutnya silahkan diteruskan sendiri sesuai pedoman dan arahan dari kasus sebelumnya, saya tidak tega hehehe.

Mungkin cukup untuk ocehan yang agak konyol dari saya, semoga menjadi pelajaran bagi anda semuanya *masih aja sok bijak haha*
Daaadaaaaa :-D



Rabu, 09 Mei 2012

INDONESIA (belum) LEPAS DARI PENJAJAH

INDONESIA adalah negara yang telah dikenal negara-negara lain sejak dulu kala karena sangat 'kaya raya'. Kaya raya? ya! indonesia sangat kaya akan hasil buminya entah itu hasil pertanian maupun berbagai harta yang terkandung didalam buminya. Sudah lama indonesia di kenal sangat subur dan oleh sebab itu banyak neraga-negara yang ingin menguasai indonesia. Berawal dari masa hindu-budha yaitu kerajaan tiongkok dan india selalu ingin memiliki indonesia sebagai salah satu bawahan kerajaan mereka, baik itu melalui invasi/penyerangan langsung kekerajaan (sriwijaya, singosari, majapahit dll) , menguasai pasar (monopoli) , ataupun dengan masuk kedalam sistem pemerintahan kerajaan. Selain itu pada masa imperealisme negara-negara eropa (spanyol, portugis, inggris, belanda) yang selanjutnya ingin menguasai Indonesia, dengan peradaban yang lebih maju mereka mencoba merebut semua kekayaan dari indonesia.

Namun setelah masa penjajahan telah dihapuskan sesuai dengan pembukaan UUD '45 apakah Indonesia sudah terlepas dari penjajahan? dan bagaimana dengan kekayaan Indonesia?

Dari masa ke masa ternyata Indonesia belum pernah lepas dari penjajahan. Dari masa kepemimpinan presiden Soekarno (Orde Lama), walau secara teori indonesia sudah merdeka alias tidak terjajah lagi tapi AS dan sekutu masih saja mengaduk-aduk Indonesia seperti kasus Irian barat, agresi militer I dan II, dan bergabungnya timor timur sebagai upaya sekutu menghindarkan timor-timur dari pengaruh komunis.

Pada masa Soeharto (Orde Baru) indonesia juga tak lepas dari tangan AS malahan hutang 'lunak' yang diberikan kepada Indonesia justru menjadi beban di masa sekarang :'( *derita anak jaman sekarang*. Selain itu KKN yang sangat subur di bumi pertiwi ini secara tidak langsung menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara 'kanibal' dan membuat indonesia di masa ini semakin terpuruk *generasi milenium jadi korban lagi*

Saat OrBa runtuh *gedung MPRnya diinjek-injek mahasiswa :D * dan lahirlah pahlawan baru yang disebut Reformasi '98-sekarang juga Indonesia belum lepas dari penjajahan justru semakin menjadi-jadi. Pasti pada bingung kenapa semakin parah??? jawabannya adalah Indonesia telah dijajah dari seluruh penjuru mata angin.

  • Politik dan ekonomi indonesia bukanlah menjadi negara yang luhur dan menghargai setipa individu tetapi kembali kejaman jahiliah yaitu siapa berduit dan berkuasa menjadi tuan bagi para rakyat yang tak berduit. Seperti kata-kata mutiara yang lahir akibat kapitalisme "Saat si Kaya mencuri dari si Miskin itu disebut BISNIS dan saat si Miskin membalasnya itu di sebut KRIMINAL" *iiih serem*. Dan parahnya saya sedang kuliah di fakultas bisnis:'( ,doakan saya jadi pebisnis yang baik ya:) Apakah anda pernah melakukannya???
  • Budaya Indonesia sekarang sudah menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan di kalangan anak muda, seperti kebudayaan Reog(diklaim malaysia), musik daerah, dan hasil kebudayaan daerah seperti batik juga tak luput dari mata sang maling. Dan hal itu terjadi karena kapedulian kita yang kurang bukan hanya karena ada niat pelaku tetapi juga ada kesempatan *bang napi* dan kita lebih memilih budaya dari amerika dan eropa yang dianggap lebih gaul. Tega banget yah kita???  
  • Bahasa Indonesia sedah tergeser bahasa Inggris, perancis, jerman, jepang bahkan akhir-akhir ini invasi bahasa, lagu, trend dari Korea telah mengubah tata bahasa indonesia *untung muka2 plastik gak nyampe sini*. Hali ini terjadi karena kita telah menghianati sumpah pemuda (Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia) dan pada akhirnya "LOE GUE END!" *tragis*
  • Dan yang sekarang paling memalukan adalah kita dijajah negara lain LAGI! dan menjajah saudara sendiri LAGI! hal ini tidak lain adalah kasus pembunuhan TKI di beberapa negara kaya. Para TKI dianggap sebagai budak dan pantas untuk diperlakukan seperti itu, dan ironinya hal tersebut terjadi karena ulah kita juga dengan mengekspor TKI sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bagaimana nasib mereka di negeri orang *kapitalism effect*
Mungkin itu dulu ocehan yang bisa saya bagi ke teman-teman sekalian, banyak kurangnya mohon di tambahi, banyak salahnya mohon dikoreksi dan di maafkan, dan tidak lupa banyak lebihnya mohon dikembalikan hehehe

Sebagai penutup semoga ocehan ini menjadi pelajaran dan renungan kita bersama, amin:)

Senin, 07 Mei 2012

Sepak Bola adalah Bumi #2

Sepak bola adalah salah satu cabang olah raga yang basicnya adalah sebuah permainan, dan telah lama berkembang beberapa abad yang lalu. Singkat sejarahnya sepak bola mulai dimainkan sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina, di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris pada tahun 1860-an dan menjadi sangat digemari.kemudian dibawa oleh para pelau, pedagang, tentara kesekuruh dunia dan sampai sekarang semua orangpun mulai menyukai sepak bola.
Dalam permainan sepak bola menyimpan banyak hal-hal unik yang patut kita jadikan bahan ocehan, karena sepak bola mampu menjadi dunia ke-2 bagi para penggemarnya:D
1.      sepak bola adalah “Bahasa Internasional”
Pemain sepak bola terdiri dari berbagai Negara, suku, ras, dan agama, semuanya berbeda tetapi misi mereka sama yaiutu membuat sikulit bundar tetap bergulir di lapangan hijau.
2.      dalam sepak bola “kontroversial” adalah sesuatu yang harus ada!
Dalam setiap pertandingan adanya kontroversial adalah hal yang paling membuat penonton merasa bahwa pertandingan itu ada gregetnya, karena bola itu bundar bukan kotak hehe
3.      beda club saling bunuh tetapi demi tim sepak bola negara rela bersatu :D
Hal seperti ini sangat mudah ditemui di Indonesia bahkan Negara lain juga seperti ini, anatara suku, agama, ras, bahkan supporter selalu bermusuhan dan saling melukai tetapi ketika ada pertandingan sepak bola yang diikuti Negara mereka, mereka dapat bersatu dan melupakan segala perselisihan ( sosweat:* )
4.      sepak bola adalah hiburan rakyat dan siapa saja boleh menikmatinya
Ocehan Bijak: Sepak bola adalah permainan tim dan tim itu dapat hidup jika ada kekompakan antar pemain, pelatih, dan para suporternya. Seperti hidup ini seseorang tidak dapat hidup sendiri dan harus saling melengkapi satu manusia dengan manusia lainnya. Jadi mulailah anda meninggalkan keegoisan dalam diri anda, budayakan rasa sosial yang mulai terkikis oleh pesatnya perkembangan jaman.


Sebagai penutup ocehan saya berharap dengan tulisan ini sepak bola indonesia semakin maju dan bisa menjadi pemersatu perbedaan antara kita:D




Jumat, 04 Mei 2012

Semua hal di dunia ini memiliki arti dan saling berhubungan dengan hal lain disekitarnya. namun dalam kenyataanya manusia lebih suka memandang sesuatu hal dari pandangan mayoritas, entah itu baik atau buruk, berharga atau tak berharga, memiliki arti atau tidak berarti hanya dipandang dari sudut pandang orang banyak. dan dalam dunia serba seragam seperti sekarang sesuatu yang berbeda cenderung di sebut 'gak penting' bahkan bisa diperlakukan secara ekstrim dengan di cap 'aneh'. hal tersebut sangat mungkin terjadi karena kebanyaakan orang berkiblat kepada keseragaman dan popularitas globalisasi.
berbagai contoh seperti pasir yang bagi sebagian orang merupakan barang yang kotor dan tak bermanfaat, namun dibalik semua itu pasir memiliki banyak arti seperti salah satu bahan dasar dan vital jika manusia ingin membangun gedung yang megah dan indah selain itu jika kita dapat melihat partikel pasir yang sangat kecil ternyata pasir memiliki keindahan bagaikan permata.
sebagai penutup ocehan ini kita akan mengetahui bahwa setiap hal yang besar dan memiliki arti pasti tersusun dari hal yang lebih kecil, dan sesuatu yang kecil bukan tidak berarti tetapi selalu memiliki arti yang lebih besar dari yang kita bayangkan

butiran pasir
istana pasir
pasir dibawah mikroskop 3D