Minggu, 07 Oktober 2012

buku itu seperti manusia?


Dalam ocehan kali ini saya akan memaparkan sebuah pemikiran yang entah dari mana bisa menemukan persamaan buku dengan manusia, mungkin karena akhir-akhir ini terlalu banyak kontak dengan orang-orang baru sehingga tercipta sebuah tulisan dalam otak saya :D

Ratusan bahkan jutaan judul buku di rak buku, display toko, di dalam tas tentu saja berbeda satu sama lain. dari sinilah saya bisa menyebutkan bahwa buku-buku itu dapat merepresentasikan manusia yang sangat berbeda satu dengan yang lain.

Kita dapat melihat sampul buku itu berbeda-beda ada yang bagus, lucu, unik, lusuh, antik, jadul, mewah, murahan, hal ini tentu saja seperti penampilan manusia dalam berpakaian dan berdandan ada yang rapi, acak-acakan, stylish, modis, jadul, norak. Hal ini merupakan fenomena yang wajar kenapa sampul buku berbeda-beda karena orang yang mengarangnya memiliki sifat berbeda sehingga kemungkinan besar buku yang mereka karang memaparkan sifat asli sang penulis:)

Tetapi, apakah dengan kita melihat sampulnya kita dapat mengerti isi sebuah buku??
Seharusnya sebuah buku dapat menggambarkan isi buku dan sifat dari penulis buku tersebut, karena dunia ini bukanlah dunia matematika yang hasil dari 1+1=2 maka semua yang tergambarkan di luar tidak selamanya menggambarkan apa yang ada didalamnya.

Kita mungkin dapat dengan mudah menghakimi bahwa sampul sebuah buku itu menari maka isinya akan menarik pula dan jika sebuah buku dengan sampul lusuh maka buku itu tidak memiliki isi yang bermakna. Hal itu tentu saja salah besar karena di jaman yang semakin maju ini semakin banyak pendidikan tentang tipu daya, mark up, dan lain sebagainya sehingga dengan sampul yang indah sang penulis mampu menutupi semua kekurangannya. Hali ini sama saja dengan manusia yang berlumba-lomba menutupi semua kekurangannya dengan pakaian dan make up yang tidak menggambarkan sifat asli mereka.

Tebal suatu buku tentu saja mempengaruhi minat pembaca yang akan membacanya, terutama untuk buku pelajaran yang semakin tipis akan semakin disenangi oleh pembaca hehe. Hal ini tentu saja sama dengan trend yang jaman sekarang idam-idamkankan, bahwa semakin kurus dia semakin dilirik oleh lawan jenis. Tapi jika kita telaah lebih lanjut apakah buku yang tipis itu lebih lengkap dan bermakna dalam hal konten dan ilmu??? jadi untuk para manusia harus hati-hati dalam memilih buku, jangan asal tipis:D 

Sebagai penutup ocehan saya mau berpesan untuk tidak terkecoh buku karena sampul dan rating "best seller"nya, pikirkan apakah buku itu sesuai dengan selera dan gaya bahasa anda, tetapi jangan pernah memilih-milih buku jika buku itu memang memberi wawasan yang luas dan warna untuk anda:D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar